METODE TAFSIR SINTESIS (TAWḤĪDI) MUḤAMMAD BAQIR AL-ṢADR

DARI REALITAS KE TEKS

Authors

  • Abdul Wadud Kasful Humam STAI Al-Anwar Sarang Rembang

DOI:

https://doi.org/10.47454/itqan.v1i2.8

Keywords:

Metode tawhîdi, Dirāsah Qur’āniyyah, al-Sunan al-Tarikhiyyah

Abstract

Berawal dari ketidakpuasannya terhadap bentuk dan sistematika tafsir klasik (taḫlili) yang menurutnya telah melahirkan pandangan-pandangan parsial (not complete) dan atomistik serta belum mampu menyuguhkan pandangan solutif terhadap problem-problem kehidupan, juga karena motivasinya terhadap pernyataan sayyidina Ali bin Abi Thālib “Istantiq al-Qur’an...", maka untuk menambal kekurangan-kekurangan dalam tafsir-tafsir klasik tersebut dan mengaplikasikan tesis Ali, Muhammad Bāqir al-Şadr mengajukan sebuah metode tematik yang ia sebut dengan metode tawhîdi. Istilah tawhîdi, bukan dalam arti kesatuan tema dalam al-Qur’an sebagaimana metode tafsirnya Ḫasan al-Turābi dan yang lain, akan tetapi yang dimaksud tawhîdi oleh Bāqir al-Şadr adalah penyatuan pengalaman-pengalaman manusia (realitas sosial) dengan al-Qur’an. Metode tawhîdi adalah metode tafsir dimana penafsir tidak menafsirkan al-Qur’an secara membujur ayat per ayat, tetapi mengetengahkan pandangan al-Qur’an mengenai persoalan atau tema-tema kehidupan yang menyangkut masalah akidah, sosial dan kosmologi seperti tema tentang tauhid, kenabian (nubuwwah), ekonomi, norma-norma sejarah, penciptaan langit dan bumi dan lain-lain. Sehingga ketika ada tafsir yang disusun berdasarkan tema-tema tertentu dalam al-Qur’an dan tidak tuntas menyelesaikan problem sosial, maka Muhammad Bāqir al-Şadr menyebutnya dengan Dirāsah Qur’āniyyah, bukan tafsir tematik.

Key Word: Metode tawhîdi, Dirāsah Qur’āniyyah, al-Sunan al-Tarikhiyyah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abd al-Qādir bin Muhammad Aṭā Şūfi. Dirāsat Manhajiyyat li Ba’di Firaq al -Rāfidah wa al-Bāṭiniyyah. Riyad: Dar Adwa’al-Salaf, 2005.

Bāqir al-Şadr, Muḫammad. al-Madrasah al-Qur’āniyyah. Beirut: Markaz al-Abhas wa al Dirasat, 1421.

_______________ . Falsafatuna: Pandangan Muhammad Baqir al-Shadr Terhadap Berbagai Aliran Filsafat Dunia, terj. M. Nur Mufid bin Ali. Bandung: Mizan, 1993.

_______________ . Trend of Ḫistory in Qur’an. Pakistan: Islamic Seminary Publications, t.th.

_______________ . Paradigma dan Kecenderungan Sejarah dalam al Qur’an, terj. M.S. Nashrullah. Jakarta: Shadra Press, 2010.

Bāqir al-Ḫakīm, Muḫammad. ‘Ulūm al-Qur’ān. Qum: Muassasah al-Ḫadi, 1417.

Farmāwi (al-), Abd al-Ḫayyi. al-Bidāyah fī al-Tafsīr al-Mawdu’i. Kairo: al-Ḫadarah al Gharbiyyah, 1977.

Fahdbin Abdurraḫmān bin Sulaimān al-Rūmi,I tijāhāt Al-Tafsīr fī Al-Qarn Al-Rābi’ ‘Asyr Al-Ḫijri. disertasi fakultas Ushuluddin, jurusan 'Ulum Al-Qur'an Universitas Muhammad bin Sa'ud Al-Islamiyyah.

Ḫusaini (al-), Muḫammad. Muḫammad Bāqir al-Şadr; Ḫayāt, Ḫāfilat, Fikrun wa Khallāq. Maghribi: Dar al-Mahjah al-Baidha', 2005.

_______________ . Al-Imām al-Syahīd Muḫammad Bāqir al-Şadr Dirasah fi Siratihi wa Manhajihi. Beirut: Dar al-Firar,1989.

Muslim, Musṭafā. Mabāḫith fī al-Tafsīr al-Mawdū’i. Damaskus: Dar al-Qalam, 2000.

Mallat, Chibli. Menyegarkan Islam; Kajian Komprehensif Pertama atas hidup dan Karya Muhammad Baqir al-Shadr, terj. Santi Indra Astuti. Bandung: Mizan, 2001.

Rida al-Nu’māni, Muḫammad. Shahīd al-Ummah wa Shāhiduha. Qum: Markaz al-Abhas waal-Dirasat al-Takhassisiyyah li al-Sayhid al-Shadr, 1421.

Sholihin, Muhammad. Pengantar Metodologi Ekonomi Islam dari Mazhab Baqir al-Shadr hingga Mazhab Mainstream. Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013.

Siddiqi, Mazheruddin. Konsepsi al-Qur'an Tentang Sejarah, terj. Nur Rachmi et. Jakarta:Pustaka Firdaus, 1986.

Tabāṭabā’i (al-),Muḫammad. al-Mīzān fī Tafsīr al-Qur’ān. Beirut: Mu'assasah al-A'lami lial-Mathbu'at, 1997.

Umari (al-), Ḫasan. Islāmiyyāt al al-Ma'rifah inda al-Sayyid Muḫammad Bāqir al-Şadr. Beirut: Dar al-Ḫadi, 2003.

Downloads

Published

15-08-2015

How to Cite

Humam, Abdul Wadud Kasful. 2015. “METODE TAFSIR SINTESIS (TAWḤĪDI) MUḤAMMAD BAQIR AL-ṢADR: DARI REALITAS KE TEKS”. AL ITQAN: Jurnal Studi Al-Qur’an 1 (2):29-54. https://doi.org/10.47454/itqan.v1i2.8.

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.