PEMILIHAN UMUM, KAMPANYE POLITIK DANPOLITIK UANG MENURUT AL-QUR’AN
Kajian Tafsir Tematik
DOI:
https://doi.org/10.47454/alitqan.v11i2.1161Kata Kunci:
Pemilihan Umum, Kampanye Politik, Politik Uang, Al-Qur’an, Tafsir TematikAbstrak
Pemilihan umum, kampanye politik, dan politik uang merupakan isu krusial dalam politik
kontemporer karena memiliki dampak signifikan terhadap legitimasi sistem
pemerintahan, tingkat partisipasi politik, dan integritas tata kelola. Penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pandangan Al-Qur'an mengenai ketiga konsep tersebut dan
menganalisis implikasinya terhadap sistem politik kontemporer, dengan menggunakan
pendekatan tafsir tematik untuk memperoleh pemahaman komprehensif berdasarkan
teks Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang pemilihan
sebagai mekanisme ideal dalam menentukan pemimpin yang menekankan pentingnya
ketulusan niat dan menghindari kerusakan. Al-Qur’an juga membolehkan kampanye
politik selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, sebagaimana tergambar pada
kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalām yang diangkat sebagai Menteri Keuangan dan kemudian
menjadi penguasa Mesir (setara dengan Perdana Menteri) berdasarkan kompetensi
manajerialnya. Hal serupa tercermin dalam kisah salah satu putri Nabi Syuaib yang merekomendasikan Nabi Musa bekerja kepada ayahnya, sebagai bentuk kampanye yang
tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Sebaliknya, Al-Qur'an memandang
"politik uang" sebagai pelanggaran serius yang harus dihindari demi menjaga moralitas
publik. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan literatur etika politik Islam melalui
penyajian visi Al-Qur'an yang terintegrasi, dan perspektif ini dapat mengatasi tantangan
politik kontemporer—khususnya masalah pengaruh politik uang dan pendanaan pemilu
yang tidak terkendali—melalui penguatan transparansi, keadilan, serta kesetaraan peluang di antara para kandidat
Unduhan
Referensi
al-Ālūsī, Shihāb al-Dīn Maḥmūd bin ʿAbd Allāh al-Ḥusaynī. Rūḥ al-Maʿānī fī Tafsīr al-Qurʾān al-ʿAẓīm wa al-Sabʿ al-Mathānī. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah. 1415 H.
al-ʿAsqalānī, Ibn Ḥajar. Fatḥ al-Bārī. Beirut: Dār al-Fikr. wy.
Azra, Azumardi. Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani. Jakarta: Prenada Media. 2005.
Barakatullah, Abdul Halim. “Menjual Hak Memilih pada Pemilihan Umum Dalam Perspektif Hukum Perjanjian”. dalam Jurnal Konstitusi. IAIN Antasari. 2009.
Haris, Syamsuddin. Menggugat Pemilihan Umum Orde Baru: Sebuah Bunga Rampai. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan PPW-LIPI. 1998.
Hasan, Noorhaidi. Islam Politik di Dunia Kontemporer: Konsep, Genealogi, dan Teori. Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga. 2012.
Hidayat, Syarif (Ed.). Bisnis dan Politik di Tingkat Lokal: Pengusaha, Penguasa dan Penyelenggara Pemerintahan Pasca Pilkada. Jakarta: P2E-LIPI. 2006.
Huntington, Samuel W. Demokrasi Gelombang Ketiga. Terj. Asril Marjohan. Jakarta: Grafiti. 1995.
Mahendra, Yusril Ihza. Dinamika Tatanegara Indonesia: Kompilasi Aktual Masalah Konstitusi Dewan Perwakilan dan Sistem Kepartaian. Jakarta: Gema Insani Press. 1996.
Ibn Manẓūr. Lisān al-ʿArab. Beirut: Dār al-Fikr. wy.
Marijan, Kacung. Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Kencana. 2010.
Muḥammad, Rusjdi Ali. Politik Islam: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: BDI dan Yasat. 2000.
M. Mahfud. Dalam Buku Hukum dan Pilar-Pilar Demokrasi. Yogyakarta: Gama Media. 1999.
Muzakir. Demokrasi dan Kejujuran. Jakarta: Wahana Putra. 2007.
Nugraha, Agus. “Pemilihan Presiden dalam Islam”. in Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Vol. VI, No. 3. 2004.
al-Qāhirī, Abū Muḥammad Ḥasan ibn ʿAlī ibn Sulaymān al-Badr al-Fayyūmī. Fatḥ al-Qarīb al-Mujīb ʿalā al-Targhīb wa al-Tarhīb li al-Imām al-Mundhirī. ar-Riyāḍ: Maktabat Dār al-Salām. 2018 M.
al-Qaraḍāwī, Yūsuf. al-Ḥalāl wa al-Ḥarām fī al-Islām. Beirut: al-Maktabah al-Islāmiyyah. 1980.
al-Qurṭubī, Abū ʿAbdillāh Muḥammad ibn Aḥmad al-Anṣārī. al-Jāmiʿ li-Aḥkām al-Qurʾān. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah. 2005.
Rahman, ʿArif. Politik Uang dalam Pemilu di Indonesia. Jakarta: Sinar Harapan. 2019.
al-Rāzī, Fakhr al-Dīn al-Taymī. Mafātīḥ al-Ghayb. Beirut: Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʿArabī. wy.
Reynolds, Andrew, dkk. Electoral System Design: The New International IDEA Handbook. Stockholm: IDEA. 2005.
al-Ṣanʿānī, Muḥammad bin Ismāʿīl bin Ṣalāḥ al-Amīr al-Kaḥlānī. Subul al-Salām: Sharḥ Bulūgh al-Marām. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah. 1988.
Sjadzali, Munawir. Islam dan Tata Negara. Jakarta: UI Press. 1990.
Soedarsono. Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Demokrasi. Jakarta: Sekretaris Jenderal dan Kepaniteraan NKRI. 2006.
Sorensen, G. Demokrasi dan Demokratisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2003.
al-Shawkānī, Muḥammad ibn ʿAlī ibn Muḥammad. Nayl al-Awṭār. Beirut: Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʿArabī. 1999.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2003.
Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28C Ayat (2); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD.
“Seputar Sewa Perahu Partai Politik di Pilkada”. Republika Online. accessed from [https://news.republika.co.id/berita/p2v0nd438/seputar-sewa-perahu-partai-politik-di-pilkada], on 12 January 2025
al-Wallawī, Muḥammad ibn ʿAlī ibn Ādam ibn Mūsā. Dhakhīrat al-ʿUqbā fī Sharḥ al-Mujtabā/Sharḥ Sunan al-Nasāʾī. Dimashq: Dār Āl Burūm lil-Nashr wa al-Tawzīʿ. 1424 H.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Makmun (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









